Sunday, 28 May 2017

May 28, 2017


Menara pemantau yang menjulang tinggi dan berwarna putih itu adalah salah satu peningalan Belanda yang terkenal di kota Bangkalan. Warga kota Bangkalan biasa menyebutnya mercusuar atau “lampu”, menara pemantau ini dibangun sejak tahun 1879 di desa Sembilangan-Ujung Piring, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Mercusuar ini dibangun pada masa pemerintahan Z.M William III, menara pemantau ini masih berfungsi hingga sekarang, dan sangat membantu navigasi hilir mudik kapal yang lewat di kawasan tersebut.
Tinggi menara ini mencapai 65 meter, jika ingin mencapai puncak mercusuar, kita harus melalui 17 lantai dengan menggunakan anak tangga yang alurnya melingkar. Rasa lelah yang kita rasakan saat melewati lantai demi lanta, akan terbayarkan setelah kita mencapai puncaknya, yakni keindahan alam Sembilangan dan laut yang begitu sedap dipandang mata.
Jarak tempuh dari kota Bangkalan sekitar 9 Km ke arah barat, akses jalan yang tersedia sudah layak untuk dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Selama perjalanan menuju ke tempat wisata mercusuar tersebut, kita akan melewati tempat wisata religi yakni, masjid dan makam Syaichona Kholil yang juga terkenal di tanah Jawa ini. Pemandangan-pemandangan yang masih sangat asri akan kita dapati selama perjalanan, warga disekitar mercusuar juga terkenal ramah jadi, kita tidak akan jera untuk berkunjung ke tempat wisata mercusuar kota Bangkalan. Selain bertujuan untuk menikmati keindahan alam dari puncak menara, kita juga bisa menikmati jajanan-jajanan yang dijual di sekitar mercusuar. Disana sangat mudah kita jumpai para penjual rujak dan “sewel”, rasa rujak yang dijual memiliki rasa yang khas, rasa khas itu diperoleh dari bumbu petis yang dihasilkan dari olahan ikan, yang diproduksi sendiri oleh warga-warga sekitar. Selain rujak, ada juga olahan ikan atau udang yang juga hasil produksi rumahan warga-warga sekitar yakni “sewel”. Rasa dari jajanan ini sangatlah menggugah selera, jajanan ini menjadi kudapan favorit bagi seluruh warga kota Bangkalan. Jika kalian penasaran dengan suasana alam hijau yang masih asli dan asri, berkunjunglah bersama teman atau keluarga ke tempat wisata Mercusuar atau  “lampu” kota Bangkalan.

0 comments:

Post a Comment