Menara pemantau yang menjulang
tinggi dan berwarna putih itu adalah salah satu peningalan Belanda yang
terkenal di kota Bangkalan. Warga kota Bangkalan biasa menyebutnya mercusuar
atau “lampu”, menara pemantau ini
dibangun sejak tahun 1879 di desa Sembilangan-Ujung Piring, Kecamatan Socah, Kabupaten
Bangkalan. Mercusuar ini dibangun pada masa pemerintahan Z.M William III,
menara pemantau ini masih berfungsi hingga sekarang, dan sangat membantu
navigasi hilir mudik kapal yang lewat di kawasan tersebut.
Tinggi menara ini mencapai 65
meter, jika ingin mencapai puncak mercusuar, kita harus melalui 17 lantai
dengan menggunakan anak tangga yang alurnya melingkar. Rasa lelah yang kita
rasakan saat melewati lantai demi lanta, akan terbayarkan setelah kita mencapai
puncaknya, yakni keindahan alam Sembilangan dan laut yang begitu sedap
dipandang mata.
Jarak tempuh dari kota Bangkalan sekitar
9 Km ke arah barat, akses jalan yang tersedia sudah layak untuk dilalui oleh
kendaraan roda dua maupun roda empat. Selama perjalanan menuju ke tempat wisata
mercusuar tersebut, kita akan melewati tempat wisata religi yakni, masjid dan makam
Syaichona Kholil yang juga terkenal di tanah Jawa ini. Pemandangan-pemandangan
yang masih sangat asri akan kita dapati selama perjalanan, warga disekitar
mercusuar juga terkenal ramah jadi, kita tidak akan jera untuk berkunjung ke
tempat wisata mercusuar kota Bangkalan. Selain bertujuan untuk menikmati
keindahan alam dari puncak menara, kita juga bisa menikmati jajanan-jajanan
yang dijual di sekitar mercusuar. Disana sangat mudah kita jumpai para penjual
rujak dan “sewel”, rasa rujak yang dijual memiliki rasa yang khas, rasa khas
itu diperoleh dari bumbu petis yang dihasilkan dari olahan ikan, yang
diproduksi sendiri oleh warga-warga sekitar. Selain rujak, ada juga olahan ikan
atau udang yang juga hasil produksi rumahan warga-warga sekitar yakni “sewel”. Rasa
dari jajanan ini sangatlah menggugah selera, jajanan ini menjadi kudapan
favorit bagi seluruh warga kota Bangkalan. Jika kalian penasaran dengan suasana
alam hijau yang masih asli dan asri, berkunjunglah bersama teman atau keluarga
ke tempat wisata Mercusuar atau “lampu”
kota Bangkalan.

0 comments:
Post a Comment